Sabtu, 09 April 2016

SOSOK ORANG PINGGIRAN DI SEKITAR KITA

Haloo.. Ketemu lagi dengan saya Kevin dengan postingan mingguan seperti biasanya. Kalian pasti bosan selalu mendengarkan pembukaan saya seperti itu, saya pun juga. Namun apa boleh buat, saya juga sudah bosan untuk memposting. Pasti kalian sedih ya dengerin aku ngomong seperti itu? Aku sih juga. Seperti biasanya juga saya akan memulai postingan saya dengan sedikit curhatan saya selama 1 minggu ini. Minggu ini saya hanya masuk sekolah 1 hari, hebat bukan? Karena 4 dari 5 hari sekolah saya dipakai untuk anak kelas 12 menjalani UN ( Ujian Nasional ). UN dilaksanakan mulai hari Senin hingga Kamis. Saya tidak habis pikir, 3 Tahun menjalani pendidikan di sekolah dan kelulusannya hanya ditentukan oleh 4 hari Ujian Nasional. Saya sedikit cemas melihat UN masih aja dilaksanakan di Negara kita ini. Kenapa kok nggak UN ditiadakan saja. Tahun depan saya dan teman-teman saya akan menjalani UN seperti anak kelas 12 sekarang ini, Terlebih dahulu semoga kita LULUS dalam Ujian Nasional dikelak hari nanti, AMIN. Kok tambah bahas UN? Soalnya aku lagi mikirin tentang UN. Biar nggak panjang lagi, YUK kita mulai!

Postingan kali ini berjudul ‘Sosok Orang Pinggiran di Sekitar Kita’. Kalian pasti mengetahui arti dari judul kali ini, Untuk pertama kalinya saya tidak harus mengartikan judul tersebut kepada kalian. Mungkin Guru Bahasa Indonesia saya telah menyadari bertapa penting arti hidup, beliau mulai mencurahkan sedikit kebaikannya ( hanya sedikit ) dan dapat MOVE ON dari kerumitan hidupnya. Saya patut bersyukur.

Sosok Pinggiran sering kali kita jumpai hampir dimana-mana, Sosok pinggiran memiliki kesamaan arti dengan ‘kaum tidak mampu’. Di sekitar saya terdapat Sosok Pinggiran yang patut saya ceritakan kepada kalian, Beliau sosok guru jadi-jadian yang sedang berjuang untuk hidup di hari-hari terahkirnya, Beliaulah BAPAK AAA...... Tidak jadi! Beliau bukanlah sosok pinggiran yang patut saya ceritakan. Sebenarnya, Salah satu sosok pinggiran yang saya kenal hingga saya mengetahui namanya dan alamat rumahnya ialah Bapak Atmo, sosok pemulung ( maaf ) barang bekas dan penjaga kebersihan lingkungan ( mirip tukang sampah bisa jadi bukan ) di kawasan H.R Muhammad dan Darmo Permai Selatan, lingkungan yang dimana saya tinggali bersama keluarga saya. Saya tahu, beberapa teman saya telah menyebutkan sosok Tukang sampah, tapi bagaimana lagi saya hanya mengetahui dia, Masa saya harus menceritakan beliau yang satunya, BAPAK AAALL.... Maaf. Bapak Atmo yang biasa dipanggil Pak ‘Aat’ atau ‘Moh’ ( Nama yang familiar dilingkungan kelas saya) atau Pak ‘Atmo’ tinggal di kawasan Prada Kali Kendal sungguh sosok yang teladan dan tak mengenal lelah. Ia rela bagun pagi ( tidak tahu jam berapa ) dan menarik gerobak sampah sederhana miliknya dan berkeliling menghampiri rumah-rumah warga sekecamatan hanya untuk mendapatkan sampah dan apabila ia mendapatkan sampah yang berharga ( barang bekas ), beliau biasa menggunakan atau memakainya dan menjualnya bila beliau tidak butuh. Karena kerja keras dan rasa penuh syukur yang dimilikinya, kini dia telah menjadi bagian dari Pasukan Kuning, Pasukan Kuning ialah para penjaga kebersihan lingkungan dan puji Tuhan, dia kini dapat menerima upah ( dibayar / digaji ) dari pemerintah atas kerja kerasnya. Kini beliau dapat menyekolahkan Anak angkatnya, iya anak angkat. Mengharukan sekali, Bapak Atmo yang sudah beristri tidak dikhedaki Tuhan untuk mempunyai anak. Walaupun Bapak Atmo tidak banyak mempunyai, namun ia dapat menafkahi anak angkatnya sejak dia bayi hingga sekarang berusia 16 tahun. Ahkir-ahkir ini saya jangan melihat Pak Atmo mampir ke rumah saya, namun sosok wanita yang menggantikan kedatangan beliau bisa jadi itu istrinya. Barusan saja saya bertanya kepada emak ( nenek ) saya, emak saya berkata kalau Pak Atmo sudah meninggal dunia. Saya patut terharu, beliau susah-susah menafkahi keluarganya dan pada saat keluarganya telah cukup memiliki karena usaha dan kerja keras beliau, Tuhan telah menjemputnya lebih awal. Tidak tahu Pak Atmo umur berapa namun dia tidak begitu tua, beliau masih dapat umur produktifnya. Begitu sedih.  Menurut saya, Pak Atmo ialah sosok pinggiran yang harus kita contoh walaupun beliau adalah seseorang ‘Pinggiran’. Beliau tidak pernah patah semangat dan tidak mengenal lelah dan juga penuh rasa syukur hanya demi 1 MISI dalam hidupnya, yaitu menjadi tulang punggung keluarganya yang beliau dapat nafkahi. 1 MISI / Tujuan beribu-ribu usaha! Terima Kasih Bapak Atmo, engkau telah sukses memenuhi MISI / Tujuan dalam hidupmu dan biarkanlah anakmu yang melanjutkan MISI mu dikeluarganya yang akan dia bangun dikelak hari nanti. Semoga engkau beristirahat dengan tenang. AMIN. Demikianlah postingan minggu ini yang berjudul ‘Sosok Orang Pinggiran di Sekitar Kita’. Semoga kalian dapat ambil hikmatnya, LIVE A LIFE YOU WILL REMEMBER!  Mulailah dari sekarang, Lakukan yang terbaik diawal agar kita dapat menerima hasilnya diahkir. Sampai jumpa dipostingan berikutnya!

750 Kata, ditambah ini jadi 756 Kata!

#LifeMission
#RIP


#EngkauTerlambatALLAN

2 komentar:

  1. Terlambat apanya vin?

    Prok prok prok penulis koplak, awas saja kalau tadi mau bahas tentang bapak. Hadehh

    Good vin ,meskipun masih ada typo sedikit.

    BalasHapus
  2. Terlambat apanya vin?

    Prok prok prok penulis koplak, awas saja kalau tadi mau bahas tentang bapak. Hadehh

    Good vin ,meskipun masih ada typo sedikit.

    BalasHapus