SOSOK ORANG PINGGIRAN DI SEKITAR KITA
Haloo.. Ketemu lagi dengan saya Kevin dengan postingan mingguan seperti biasanya. Kalian pasti
bosan selalu mendengarkan pembukaan saya seperti itu, saya pun juga. Namun apa
boleh buat, saya juga sudah bosan untuk memposting. Pasti kalian sedih ya
dengerin aku ngomong seperti itu? Aku sih juga. Seperti biasanya juga saya akan
memulai postingan saya dengan sedikit curhatan saya selama 1 minggu ini. Minggu
ini saya hanya masuk sekolah 1 hari, hebat bukan? Karena 4 dari 5 hari sekolah
saya dipakai untuk anak kelas 12 menjalani UN ( Ujian Nasional ). UN
dilaksanakan mulai hari Senin hingga Kamis. Saya tidak habis pikir, 3 Tahun
menjalani pendidikan di sekolah dan kelulusannya hanya ditentukan oleh 4 hari
Ujian Nasional. Saya sedikit cemas melihat UN masih aja dilaksanakan di Negara
kita ini. Kenapa kok nggak UN ditiadakan saja. Tahun depan saya dan teman-teman
saya akan menjalani UN seperti anak kelas 12 sekarang ini, Terlebih dahulu
semoga kita LULUS dalam Ujian Nasional dikelak hari nanti, AMIN. Kok tambah
bahas UN? Soalnya aku lagi mikirin tentang UN. Biar nggak panjang lagi, YUK
kita mulai!
Postingan kali ini berjudul ‘Sosok Orang
Pinggiran di Sekitar Kita’. Kalian pasti mengetahui arti dari judul kali ini,
Untuk pertama kalinya saya tidak harus mengartikan judul tersebut kepada
kalian. Mungkin Guru Bahasa Indonesia saya telah menyadari bertapa penting arti
hidup, beliau mulai mencurahkan sedikit kebaikannya ( hanya sedikit ) dan dapat
MOVE ON dari kerumitan hidupnya. Saya
patut bersyukur.
Sosok Pinggiran sering kali kita jumpai hampir
dimana-mana, Sosok pinggiran memiliki kesamaan arti dengan ‘kaum tidak mampu’.
Di sekitar saya terdapat Sosok Pinggiran yang patut saya ceritakan kepada
kalian, Beliau sosok guru jadi-jadian yang sedang berjuang untuk hidup di
hari-hari terahkirnya, Beliaulah BAPAK AAA...... Tidak jadi! Beliau bukanlah
sosok pinggiran yang patut saya ceritakan. Sebenarnya, Salah satu sosok
pinggiran yang saya kenal hingga saya mengetahui namanya dan alamat rumahnya
ialah Bapak Atmo, sosok pemulung ( maaf ) barang bekas dan penjaga kebersihan
lingkungan ( mirip tukang sampah bisa jadi bukan ) di kawasan H.R Muhammad dan
Darmo Permai Selatan, lingkungan yang dimana saya tinggali bersama keluarga
saya. Saya tahu, beberapa teman saya telah menyebutkan sosok Tukang sampah,
tapi bagaimana lagi saya hanya mengetahui dia, Masa saya harus menceritakan
beliau yang satunya, BAPAK AAALL.... Maaf. Bapak Atmo yang biasa dipanggil Pak ‘Aat’
atau ‘Moh’ ( Nama yang familiar
dilingkungan kelas saya) atau Pak ‘Atmo’ tinggal di kawasan Prada Kali Kendal
sungguh sosok yang teladan dan tak mengenal lelah. Ia rela bagun pagi ( tidak
tahu jam berapa ) dan menarik gerobak sampah sederhana miliknya dan berkeliling
menghampiri rumah-rumah warga sekecamatan hanya untuk mendapatkan sampah dan apabila
ia mendapatkan sampah yang berharga ( barang bekas ), beliau biasa menggunakan
atau memakainya dan menjualnya bila beliau tidak butuh. Karena kerja keras dan
rasa penuh syukur yang dimilikinya, kini dia telah menjadi bagian dari Pasukan
Kuning, Pasukan Kuning ialah para penjaga kebersihan lingkungan dan puji Tuhan,
dia kini dapat menerima upah ( dibayar / digaji ) dari pemerintah atas kerja
kerasnya. Kini beliau dapat menyekolahkan Anak angkatnya, iya anak angkat.
Mengharukan sekali, Bapak Atmo yang sudah beristri tidak dikhedaki Tuhan untuk
mempunyai anak. Walaupun Bapak Atmo tidak banyak mempunyai, namun ia dapat menafkahi
anak angkatnya sejak dia bayi hingga sekarang berusia 16 tahun. Ahkir-ahkir ini
saya jangan melihat Pak Atmo mampir ke rumah saya, namun sosok wanita yang
menggantikan kedatangan beliau bisa jadi itu istrinya. Barusan saja saya
bertanya kepada emak ( nenek ) saya, emak saya berkata kalau Pak Atmo sudah
meninggal dunia. Saya patut terharu, beliau susah-susah menafkahi keluarganya
dan pada saat keluarganya telah cukup memiliki karena usaha dan kerja keras
beliau, Tuhan telah menjemputnya lebih awal. Tidak tahu Pak Atmo umur berapa
namun dia tidak begitu tua, beliau masih dapat umur produktifnya. Begitu sedih.
Menurut saya, Pak Atmo ialah sosok
pinggiran yang harus kita contoh walaupun beliau adalah seseorang ‘Pinggiran’.
Beliau tidak pernah patah semangat dan tidak mengenal lelah dan juga penuh rasa
syukur hanya demi 1 MISI dalam hidupnya, yaitu menjadi tulang punggung keluarganya
yang beliau dapat nafkahi. 1 MISI / Tujuan beribu-ribu usaha! Terima Kasih
Bapak Atmo, engkau telah sukses memenuhi MISI / Tujuan dalam hidupmu dan
biarkanlah anakmu yang melanjutkan MISI mu dikeluarganya yang akan dia bangun
dikelak hari nanti. Semoga engkau beristirahat dengan tenang. AMIN. Demikianlah
postingan minggu ini yang berjudul ‘Sosok Orang Pinggiran di Sekitar Kita’.
Semoga kalian dapat ambil hikmatnya, LIVE A LIFE YOU WILL REMEMBER! Mulailah
dari sekarang, Lakukan yang terbaik diawal agar kita dapat menerima hasilnya
diahkir. Sampai jumpa dipostingan berikutnya!
750 Kata, ditambah ini jadi 756 Kata!
#LifeMission
#RIP
#EngkauTerlambatALLAN
Terlambat apanya vin?
BalasHapusProk prok prok penulis koplak, awas saja kalau tadi mau bahas tentang bapak. Hadehh
Good vin ,meskipun masih ada typo sedikit.
Terlambat apanya vin?
BalasHapusProk prok prok penulis koplak, awas saja kalau tadi mau bahas tentang bapak. Hadehh
Good vin ,meskipun masih ada typo sedikit.