Sabtu, 02 April 2016

SINE QUA NON MERDEKA – BERDIKARI DALAM HATI

Halo lagi fans-fansku semua. Kembali dengan saya Kevin yang kalian sudah tunggu-tunggu untuk postinganya. Kalian pasti berpikir-pikir kenapa minggu lalu saya tidak melakukan posting, iya kan? Oke, aku cerita dulu. Minggu lalu saya tidak memposting karena minggu lalu merupakan Hari Raya Paskah dan juga sosok guru Bahasa Indonesia saya Bapak ALLAN telah menuju ke jalan yang benar dengan membebaskan kita ( mentiadakan postingan ) selama menjalan Hari Raya Paskah. Tidak tahu bagaimana Bapak ALLAN bisa berpikir seperti itu, apa mungkin ini sudah waktunya untuk Bapak ALLAN ‘dijemput’? Semoga saja tidak, Karena tanpa dia tidak ada blog ini, tidak ada postingan mingguan dan tidak ada AKU, Maaf yang terahkir berlebihan. Minggu lalu umat Kristen dan Katolik Merayakan Ibadah Hari Raya Paskah Murai dari hari Rabu hingga Minggu yang beketepatan dengan Paskah. Rabu Abu dimana Umat Katolik melakukan Jalan Salib seperti saya yang mengikutinya dilanjutkan dengan Kamis Putih yang Umat Katolik dan Kristen tak diwajibkan gereja namu saya tetap semangat bergereja lalu Jumat Agung yang Kedua umat harus mengikuti Gereja untuk mempersiapkan Pra-Paskah lalu diakhiri dengan Ibadah terahkir di Minggu Palma yang juga disebut dengan Paskah. Wah, Sudah banyak nih curhatan ku. Daripada tambah panjang, YUK kita mulai!

SINE QUA NON Merdeka. WTF,  apa artinya itu coba? ‘SINE QUA NON’ merupakan kata dalam Bahasa Indonesia yang diadopsi dari Bahasa Latin dan juga Inggris. Saya pun yang menguasai Bahasa Inggris tidak mengetahui kata itu, Aneh bukan? Namun dibalik kerumitan dan kebohongan dari kata ‘SINE QUA NON’ sebenarnya memilki arti yang singkat yaitu Syarat Mutlak. Kenapa ya kata yang singkat dan dimengerti banyak orang diubah-ubah menjadi rumit seperti ‘SINE QUA NON’? Mungkin kerumitan itu merupakan perwujudan dari kerumitan hidup Bapak ALLAN. Kalian pasti tau arti dari kata Merdeka, Kalau tidak tanyain ke Orang Tuamu apa tujuan mereka Melahirkanmu! Bila digabung ‘SINE QUA NON MERDEKA’ memiliki arti Syarat Mutlak untuk Merdeka.  Syarat untuk merdeka sudah jelas, jangan menjajah. Namun terdapat Syarat yang lebih logis dan masuk akal. Untuk Merdeka Pertama (1) Harus ada Rasa ingin Merdeka, Kedua (2) Harus mengetahui Tujuan dan Motif Latar Belakang dari Kemerdekaan, Ketiga (3) Harus ada Keberanian untuk melawan, Keempat (4) Harus ada persiapan, Kelima (5) Harus diawali dengan doa dan diahkiri dengan Syukuran. Itulah 5 Syarat yang Mutlak untuk Merdeka. Demikianlah Postingan saya untuk minggu ini yang berjudul ‘SINE QUA NON Merdeka – Berdikari Dalam Hati’. Lohh, kok Cuma dikit? Tunggu dulu, minggu ini spesial. Dalam judul terdapat kalimat ‘Berdikari Dalam Hati’. YA, Itu merupakan pembahasan keduaku. Jadi postingan minggu ini istimewa karena saya akan membahas 2 hal baru yang kalian tak harus ketahui, namun tidak kenapa-napa. Apa salahnya menambah ilmu? BETTER BE LATE THAN NEVER!  

Berdikari Dalam Hati. Lagi-lagi sebuah kata yang unik namun membingungkan dan rumit. Berdikari, APA ITU!? Menurut kbbi.web.id , Berdikari memiliki arti Berdiri diatas kaki sendiri. Masih bingung? Arti lainnya yaitu Tidak bergantung pada orang lain atau MANDIRI. Jadi Berdikari Dalam Hati mungkin memiliki arti Mandiri dalam hati kita. Ini sangat offensive sekali, Mandiri merupakan salah satu perusahaan Bank. Dalam penyebutan Mandiri di dalam hati kita itu bukan merupakan pensponsoran dan saya tidak dibayar untuk mengatakan itu.  Menurut saya mungkin makna dari Berdikari dalam Hati itu kita diwajibkan Menjadi sosok mandiri dalam menemukan pasangan hati kita alias SOSOK DIA yang layak menghuni hati kita. Iya kembali ke Sosok DIA, tidak tahu kenapa hampir setiap postingan larinya selalu kesitu. Selain dalam hal percintaan, mungkin makna dari berdikari dalam hati itu sendiri ialah Kita harus siap untuk melakukan sesuatu sendiri, bukan dalam arti Individualisme namun kita tidak disarankan untuk berketergantungan kepada orang lain. Bila kalian mampu, kenapa tidak? Bila kalian sering menghandalkan orang lain dibandingkan diri kalian sendiri, Kapan kalian akan menemukan Jati Diri dan Kemampuan menojol ( bakat / talenta ) yang tertanam didalam jiwa hati kalian yang berpotensi dan terus tumbuh. Dan kapan kalian akan menemukan SOSOK DIA yang akan menjadi pendamping hidup kalian di esok hari nanti?? “YOU CAN THINK MATURELY, BUT YOU CANT ALWAYS ACT LIKE ONE!”  Bersifatlah dewasa namun jangan bersikap sok dewasa. Sesuaikan dengan umur kalian. Bila kalian kelak dewasa nanti jangan hilangkan kesenangan dan kesuka-citaan hidup kalian. Tambah kemana-mana ya pembahasannya, HAHAHA. Jadi Intinya bila seluruh arti dari judul postingan kali ini digabung, kita dapat mengambil intinya yaitu Carilah Kebebasan ( Merdeka ) dari ketergantungan terhadap orang lain. Karena diri kalian sendiri yang akan  kalian bawa terus bukan mereka. Tidak lama lagi sosok Mario Teguh akan jatuh dan digantikan oleh saya, seperti Bapak ALLAN yang anu-nya telah jatuh. Demikian postingan saya minggu ini yang berjudul gabungan “SINE QUA NON Merdeka – Berdikari dalam Hati”. Sampai jumpa dipostingan berikutnya ( bila ada ). TERIMA KASIH.

770 Kata, ditambah ini jadi 777 Kata!

#MANDIRI
#HappyEASTER


#PenjemputanALLAN

1 komentar:

  1. Bisa-bisa Saya dianggap gila karena tertawa membaca tulisanmu ini. Saya sudah antisipasi untuk menutup pintu rapat-rapat agar suara tertawa Saya tidak terdengar sampai ke ruang tamu. Karena bagi saya rasa tertawa itu tidak lain dan tidak bukan sebuah penghinaan yang sebenarnya menertawakan diri saya sendiri.

    Entah apa yang diajarkan oleh orang tuamu wahai bocah ingusan. Kayaknya saya membaca cerita Raditya Dika di sana saya menemukan Sisi menarik dalam pengemasan kata. Begitu pula Ketika saya membaca tulisan ini ada rasa ketertarikan untuk terus membaca hingga akhir. Selamat meskipun di sini ada sponsor di sini ada penghinaan di sini ada juga bahan pembullyan Tetapi menurut saya ini adalah ciri khas yang dimiliki oleh Kevin. Tetaplah berkarya apa adanya karena ini adalah tulisan yang benar-benar menjadi ciri khas Kevin. Sukses

    BalasHapus